Frima Nainggolan Web Blog. Powered by Blogger.
Showing posts with label Budaya. Show all posts
Showing posts with label Budaya. Show all posts

Sunday, 13 November 2016

Peninggalan Sejarah di Tigalingga

Tahukah kamu dengan Tugu Perjuangan Tigalingga..??
Jika kamu ke Tigalingga kamu akan di sambut dengan Tugu tersebut. Tidak itu saja, sebuah TANK peninggalan Belanda di masa penjajahan berdiri tegak berdampingan dengan Tugu Perjuangan Tigalingga. Dan yang lebih menarik adalah sebuah rumah kolonial belanda berada tepat di depan Tugu Perjuangan tersebut. Namun sampai saat ini seisi rumah tersebut belum ada yang bisa mempublish.

TUGU PERJUANGAN dan TANK BELANDA di Tigalingga
Baca Selengkapnya

Sampuren (Air Terjun) dan Gua di Kecamatan Gunung Sitember

1. Sampuren Lau Cingkam dan Gua Kendit Liang


Sampuren (Air Terjun) Lau CIngkam Desa Gunung Sitember (Kec. Gunung Sitember)

Pintu Masuk Gua Kendit Liang Desa Kendit Liang (Kec. Gunung Sitember)


2. Sampuren Barisan Kampung Jawa dan Gua 1 Liang 7 Kamar

Sampuren (Air Terjun) Desa Barisan Kampung Jawa (Kec. Gunung Sitember)

Gua 1 Liang 7 kamar Desa Barisen Kampung Jawa (Kec. Gunung Sitember)
Sumber Informasi dari Masyarakat setempat, dalam waktu dekat kita akan susuri.

Baca Selengkapnya

Batu Umang di Desa Kempawa (Kecamatan Taneh Pinem, Kabupaten Dairi)

Di tebing batu yang terjal itu, terdapat sebuah lubang kecil di tengah-tengahnya. Terlihat sepintas guratan atau garis kecil yang melintang dari bagian bawah tebing menuju lubang kecil seperti jalan kecil menuju lobang tersebut masih menyimpan sejuta tanda tanya warga setempat sampai saat ini. Tebing batu ini dinamai Batu Umang.

Batu Umang berada di Desa Kempawa (Kecamatan Taneh Pinem, Kabupaten Dairi). Banyak warga desa yang percaya Batu Umang dulunya adalah tempat bersemayam orang bunian  yang disebut umang. Umang adalah, sebagaimana dituturkan oleh para tetua desa, orang bunian yang mirip dengan manusia, tapi memiliki ukuran fisik lebih kecil. Bedanya lagi, kalau berjalan, kakinya terbalik, tumitnya menghadap ke depan sedangkan jari-jari kakinya ke arah belakang. Batu Umang itu dulu sebagai tempat bersemayamnya para umang.


Gua Umang di Desa Kempawa (Kec. Tanah Pinem) terlihat dari kejauhan. 
Titik hitam di akar pepohonan adalah pintu gua umang

Masih ada hal menarik lainnya yang pantas diteliti di sekitar tempat itu. Tepat di atas puncak tebing, kita bisa menemukan sebuah batu pilar yang orang desa sebut Batu Perseminen (batu yang terbuat dari semen) yang diduga adalah peninggalan masa penjajahan Belanda.

Batu Pilar di Desa Kempawa (Kec. Tanah Pinem) 
Orang Desa menyebut sebagai Batu Peresmian yang diduga peninggalan masa penjajahan Belanda


Secara akademis memang belum pernah diteliti apa gerangan tujuan tanda-tanda batu pilar yang didirikan tersebut. Menurut cerita dari mulut ke mulut di kalangan warga desa, batu itu adalah sebuah tanda oleh orang Belanda di masa penjajahan, bahwa di dalam tanahnya terdapat kandungan emas yang melimpah.

Dari puncak bukit itu kita bisa menikmati pemandangan yang indah. Kita bisa langsung melihat keberadaan beberapa kabupaten sekaligus, yaitu Kabupaten Dairi, Kabupaten Karo dan Kabupaten Aceh Tenggara.

Belum selesai sampai di situ, di bawah tebing ini juga kita bisa menemukan sebuah panorama alam yang tidak kalah uniknya. Di atas bukit, terdapat Danau Paya Kuda.

Sumber :
http://umangkaro.blogspot.co.id
Baca Selengkapnya

  © Blogger templates Newspaper by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP